Dia meneriakiku agar menjauh darinya. Matanya berubah warna, menjadi ungu paling terang yang pernah kulihat. Dan kemudian irisnya hilang sama sekali, sampai tak ada yang tersisa yang menatapku kecuali bola putih susu yang tertanam di kepalanya. Dia terjatuh ke tanah.
"Damon? " Aku merasa namanya keluar dari bibirku. Tidak ada reaksi.
Aku menunggu kehangatan akrab matanya yang cokelat untuk kembali padaku, agar dia bangun dan meyakinkanku bahwa semuanya baik-baik saja.Namun, itu tidak pernah terjadi. Begitulah aku kehilangan dia.
Kamis, 11 Januari 2018
Damon
Senin, 29 Juni 2015
Rewind
Bau darah begitu pekat memenuhi ruangan operasi di RS tempat adik kecil ku mengalami kecelakaan mobil saat ia akan berangkat ke Sekolah Dasar nya. Aku, sebagai kakak nya terus menangis terisak-isak melihat keadaannya, begitu juga dengan ibu ku. Tubuh adik kecil ku itu terlihat sangat lemah setelah banyak darah yang keluar. Sedangkan aku dan keluarga ku yang lain hanya bisa melihat adikku direbahkan diranjang operasi tersebut dari jendela kaca kecil.
Setelah beberapa jam proses operasi adik ku berjalan, Dokter pun keluar dan menyatakan bahwa nyawa adik ku sudah tidak bisa terselamatkan.
Aku sudah pasrah. Semua kenangan indah aku dengan adik kecil tercinta ku, seakan menyaat hati. Bayangan-bayangan masa itu hingga mendekap jiwaku. Kenangan masa kecil ku dengan adik ku yang masih bayi, saat aku beranjak remaja seperti saat ini, hingga beberapa hari yang lalu timbul bergantian. Silih berganti. Air mata ku pun semakin meleleh. Kepala ku pun pusing, dan aku pun pingsan.
Dalam pingsan itu aku bermimpi bertemu dengan adik kecil ku. Dia menanyakan kabar ku, memberikan semangat agar aku tetap kuat. Katanya, dia akan baik-baik saja disana, Tapi yang lebih membuat ku tekejut dia berkata "Seandainya, semua orang di bumi ini meninggal dunia dan akan kembali hidup di bumi, maka di bumi ini tidak akan ada tindak kekerasaan, mabuk-mabukan, maksiat, dan perbuatan keji lainnya."
Aku pun terbangun. Dalam hati aku berkata "Aku tahu maksudnya"
Minggu, 12 April 2015
SURAT dari Tahun 2070
Untuk Direnungkan dan Diterapkan
Melihat judulnya, surat ini terdengar seakan-akan datang dari tahun 2070. Namun sebenarnya surat ini bukanlah surat yang datang dari tahun 2070, melainkan suatu gambaran tentang masa depan yang dibuat oleh Ria Ellwanger pada tahun 2002 dan telah diterjemahkan oleh Yuli Suliyanti pada tahun 2007. Gambaran ini merupakan pernyataan bahwa manusia harus diberikan gambaran yang negatif dulu baru mau berubah. Memang hal ini cukup efektif apabila kita melihatnya, mudah-mudahan semua yang membaca akan mau mengubah mulai dari dirinya sendiri, keluarga dan semua orang yang dikenal. Dengan melihat gambaran ini juga kita bisa membayangkan “apabila… apabila….” yang akan terjadi, yang mungkin tidak pernah tersirat sebelumnya.
Aku hidup di tahun 2070. Aku berumur 50 tahun, tetapi kelihatan seperti sudah 85 tahun. Aku mengalami banyak masalah kesehatan, terutama masalah ginjal karena aku minum sangat sedikit air putih. Aku fikir, aku tidak akan hidup lama lagi. Sekarang, aku adalah orang yang paling tua di lingkunganku.
Aku teringat di saat aku berumur 5 tahun. Semua sangat berbeda. Masih banyak pohon di hutan dan tanaman hijau di sekitar, setiap rumah punya halaman dan taman yang indah, dan aku sangat suka bermain air dan mandi sepuasnya.
Sekarang, kami harus membersihkan diri hanya dengan handuk sekali pakai yang di basahi dengan minyak mineral.
Sebelumnya, rambut yang indah adalah kebanggaan semua perempuan. Sekarang, kami harus mencukur habis rambut untuk membersihkan kepala tanpa menggunakan air.
Sekarang, anak – anak tidak percaya bahwa dulunya air bisa digunakan untuk apa saja.
Aku masih ingat ada pesan bahwa “JANGAN MEMBUANG BUANG AIR”, tetapi tidak dihiraukan. Orang beranggapan, air tidak akan habis karena persediannya tidak terbatas. Sekarang sungai, danau, bendungan, dan air bawah tanah, semuanya telah tercemar atau sama sekali kering.
Pemandangan sekitar hanya gurun – gurun pasir yang tandus.
Infeksi saluran pernapasan, kulit dan penyakit saluran kencing sekarang menjadi penyebab kematian nomor 1.
Industri mengalami kelumpuhan, tingkat pengangguran mencapai angka yang sangat dramatik. Pekerja hanya dibayar dengan 1 gelas air minum/hari.
Banyak orang menjarah air di tempat yang sepi. 80% makanan adalah makanan sintetis.
Sebelumnya rekomendasi air putih adalah minimal 8 gelas per hari, sekarang aku hanya bisa minum setengah gelas per hari.
Kami menggunakan septic tank untuk buang air, seperti pada masa lampau, karena tidak ada air.
Manusia jaman kami kelihatan menyedihkan : tubuh sangat lemah; kulit pecah – pecah; ada banyak koreng dan luka akibat banyak terpapar sinar matahari karena lapisan ozon dan atmosfer bumi makin habis.
Para ilmuwan telah melakukan penelitian tetapi tidak ada jalan keluar, manusia tidak bisa membuat air.
Morphology manusia mengalami perubahan, yang menghasilkan anak – anak defisiensi, mutasi dan malformasi.
Pemerintah bahkan membuat pajak atas udara yang kami hirup : 137 m3/orang/hari (31,102 galon). Bagi siapa yang tidak bisa membayar pajak ini akan dikeluarkan dari “kawasan ventilasi” yang dilengkapi peralatan paru – paru mekanik raksasa bertenaga surya yang menyuplai oksigen. Udara di dalamnya tidak begitu baik. Tetapi setidaknya menyediakan oksigen untuk bernafas.
Rata – rata umur manusia = 35 tahun.
Beberapa negara yang masih memiliki suplai bervegestasi yang memiliki sumber air sendiri dijaga ketat pasukan bersenjata. Air menjadi barang langka dan sangat berharga melebihi emas atau permata.
Ada hujan pun adalah hujan asam. Tidak dikenal lagi musim.
Anakku tiba – tiba bertanya, “Ayah! Mengapa tidak ada lagi air sekarang?”. Aku merasa seperti ada yang menyumbat tenggorokanku…
Aku tidak dapat menghilangkan perasaan bersalah, karena aku berasal dari generasi yang menghancurkan dan tidak mengindahkan pesan – pesan tentang menjaga air.
Mungkin sebentar lagi bumi akan hancur akibat ulah manusia karena keadaannya saja sekarang sudah seperti ini.
Aku berharap untuk bisa kembali ke masa lampau dan meyakinkan umat manusia untuk mengerti apa yang akan terjadi…
Pada saat itu, masih ada kemungkinan dan waktu bagi kita untuk berupaya menyelamatkan planet bumi ini!
Link Video
Senin, 06 April 2015
Find Him Again
Jam didinding telah menunjukkan pukul tujuh. Disebuah rumah yang sederhana tapi tertata rapi, terdengar bunyi gaduh seorang wanita yang sedang memasak sarapannya. Selesai memasak, ia menata meja makan dengan berbagai makanan yang telah dibuatnya, ia pun mulai melahap makanan yang ada didepannya. Yuri, wanita tersebut hampir tersedak karena tiba-tiba ada seseorang telah berdiri dihadapannya. "Kakak..."
Jumat, 03 April 2015
Hyo Rae
“Hyo
Rae, kita langsung ke tempat duduk kita
aja yuk!” Ajak ibunya
yang melihat anaknya termenung sejenak. Kebetulan, tempat duduk mereka
sampingan. Hyo Rae hanya mengangguk pelan dan langsung mencari tempat duduknya.
Suasana di
dalam pesawat begitu sunyi. Akhirnya, Hyo Rae mengeluarkan iPod hijaunya dan
memutar lagu Someday-Super Junior. Alunan lagu itu bisa membuat gadis manis itu
tertidur pulas di pundak ibunya. Ia masih tetap terlihat manis walau sudah
terlelap. Sedangkan sang Ibu hanya tersenyum sambil mengelus-elus rambut putri
semata wayangnya itu.
*ok. ini gaje._. sekian.
Autor, Indah Rohmatullah
Rabu, 01 April 2015
Ambiguous Journey
Suatu hari Ratu memanggilku untuk datang ke kerajaan. Ternyata, Ratu akan mengirim ku dalam sebuah perjalanan. Menurut perkiraan ku, dan tentu saja, berdasarkan peta yang diberikannya kepada ku, aku akan berada di tujuan ku dalam waktu sekitar satu hari.
Kalian bisa memberikan ku sebuah tantangan, ataupun pertarungan sampai mati dengan binatang buas, aku mungkin bisa melakukannya. Tapi ada satu yang aku bingung-- Kalian harus memberitahu ku apa sih yang akan ku lakukan. Ratu ini mengirimkan aku dalam perjalanan ambigu ke suatu tempat, yang aku sendiri tidak aku ketahui. Ratu berkata, "Aku akan mengirim kamu untuk menemukan dirimu." Apa artinya itu?
Author, Indah Rohmatullah
Senin, 30 Maret 2015
Book Review: DEAD GIRL IN LOVE
Pengarang : Linda Joy Singleton
Penerjemah : Maria Susanto
Editor : Dian Pranasari
Korektor : Adi Toha
Cetakan : pertama, September 2012
Penerbit : Atria
SINOPSIS BELAKANG BUKU
AKU MENJADI
SAHABATKU SENDIRI.
ATAU SETIDAKNYA,
AKU BERADA DI DALAM
TUBUHNYA!
Terima kasih, Grammy! Lihat, kan,
nenekku yang sudah meninggal terus mencari orang-orang yang punya masalah besar
dan akulah yang harus mengalami kejadian mengerikan dengan memasuki kehidupan
mereka―dan tubuh mereka!―untuk
member bantuan. Kali ini, aku ada di dalam tubuh sahabatku, Alyce.
Baiklah,
karena Alyce dan aku saling mengenal,
tugas ini
akan cepat dan mudah.
Tapi,
sebagai Alyce, aku punya beberaa pertanyaan yang mengganggu―diantaranya, apa
yang kulakukan di dalam peti mati ini?
REVIEW
Amber
sudah dua kali ‘masuk’ ke dalam tubuh yang salah. Amber sekali lagi terbangun
dalam tubuh yang bukan miliknya. Di dalam tubuh sahabatnya sendiri, Alyce.
Namun, bukan hanya terjebak dalam tubuh sahabatnya, tapi ia juga di dalm sebuah
peti mati.
Seperti
biasa, jika Amber berada di tubuh orang lain itu tandanya orang tersebut sedang
dalam masalah dan Amber yang menjadi ‘penghuni sementara’ berusaha agar bisa
membantu masalah tersebut.
Selama
Alyce sedang “liburan di dunia lain”, Amber berusaha mencari ahu permasalahan
sahabatnya itu. Meskipun Grammy sudah mengingatkan bahwa bukan tugasnya selaku
PS untuk menyelesaikan masalahnya, tapi Amber merasa bertanggung jawab atas
masalah yang menimpa Alyce. Berhubung Amber ada di dalam tubuh Alyce, jadi ada
yang ‘menghuni’ tubuh Amber. Dan siapakah yang lebih cocok menghuni tubuh Amber
itu selain Grammy―nenek Amber. Hahah.
Walaupun Amber dan Alyce berteman
akrab ternyata ada banyak hal yang Amber belum tahu tentang
Alyce. Ditambah lagi dengan kemunculan Gabe Deverau yang sebenernya
musuh tapi berniat membantu Amber. Di buku sebelumnya, Gabe ini hampir bikin
Amber tewas. Jadi ya wajar aja kalo niatan Gabe ingin membantu Amber membuat
dia gak percaya. Walau dari awal Amber memasang label ‘berbahaya’ buat Gabe
tapi ternyata ada yang beda yang ditemukan Amber dalam diri Gabe. Berbeda dari
Eli, sang pacar yang lagi sibuk ngurusin turnya seorang idola yang lagi
ngehits.
PUJIAN UNTUK
BUKU INI :
“Seorang
palawn yang menarik dan mudah diterima, jalan cerita yang luar biasa, serta
lika-likunya yang tidak terduga … “
-L. J.
Smith, pengarang serial The Vampire
Diaries.
“Sebuah
bacaan remaja yang bagus: menegangkan, alur yang cepat dan sangat menyenangkan!”
-K. A.
Applegate,pengarang serial Animorphs
“Cerita yang
menarik, menghibur dan bisa menjadi bacaan yang menyeramkan!”
-Cynthia
Leitich Smith, pengarang Tantalize
“Menegangkan
dan orisinil. Bacaan yang bagus!”
-Peg Kehret,
pengarang Stolen Children
“Keberanian,
petualangan dan wawasan ang lua biasa … Amber benar-benar seorang pahlawan
remaja yang akan membuat para pembaca merasa terhubung dan bisa mempelajari sesuatu … Harus dimiliki
oleh para penggemar kisah supranatural.”
-School Library Journal
“Aku suka
sekali kiasan-kiasannya, buku ini mempertalikan puzzle di kamar Eli dan judul buku-buku pengembangan pribadi milik
Amber yang hanya ada di Charles de Lint’s Newford.”
-Diana Tixier
Herald, pengarang teen Genreflecting
TENTANG PENULIS :
Linda Joy Singleton tinggal di utara California. Dia memiliki dua anak yang
sudah beranjak dewas dan suami hebat yang selalu memberikan dukungan, yang
senang berkelana bersamanya untuk mencari kisa-kisah yang tidak biasa.
Linda telah menulis tiga puluh buku lebih, termasuk Dead Girl Walking (yang pertama dari
serial Dead Girl), serial Strange Encounters, dan serial The Seer. Linda juga menulis Regeneration, My Sister the Ghost, dan
serial Cheer Squad. Kunjungi
websitenya di www.LindaJoySingleton.com





